<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Liesnanto</title>
	<atom:link href="http://liesnovichk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://liesnovichk.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Apr 2008 04:02:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='liesnovichk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4dceeb9e4af81ca47070057bcd10e803?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Liesnanto</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sejarah Kotaku</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/sejarah-kotaku/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/sejarah-kotaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[ 

Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepamya pada hari Jum&#8217;at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah.
Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.
Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas sebagai pendirinya yang pertama adalah Raden Joko Kahiman yang kemudian meniadi Bupati yang pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=16&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/gatots.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17" src="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/gatots.jpg?w=300&#038;h=208" alt="" width="300" height="208" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepamya pada hari Jum&#8217;at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah.<br />
Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.</p>
<p>Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas sebagai pendirinya yang pertama adalah Raden Joko Kahiman yang kemudian meniadi Bupati yang pertama dikenal dengan iulukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).</p>
<p>Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raia Sultan Hadiwijaya.<br />
Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworeio (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.</p>
<p>Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.<br />
Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.</p>
<p>Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.<br />
1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.<br />
2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.<br />
3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.<br />
4. Wilayah Keiawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberinama Kabupaten Banyumas.</p>
<p>Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat.</p>
<p>Siapakah Raden Joko Kahiman itu ?.<br />
R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putrid Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.<br />
Adipati Banyak Geleh adalah keturunan ke 9 dari R. Aria Bangah dari Galuh Pakuan putra Pajajaran.</p>
<p>Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :<br />
a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.<br />
b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.<br />
c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.</p>
<p>Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.<br />
Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah &#8220;BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA&#8221; artinya tahun 1582.</p>
<p>Bila diartikan dengan kalimat adalah &#8220;KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN&#8221;.</p>
<p>PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA<br />
KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582</p>
<p>1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II<br />
2. R. Ngabei Merta Sura (1560)<br />
3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1561 -1620)<br />
4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 &#8211; 1650)<br />
5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 &#8211; 1705<br />
6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)<br />
7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.<br />
8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)<br />
9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.<br />
10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 &#8211; 1780)<br />
11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)<br />
12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 &#8211; 1816)<br />
13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)<br />
Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)<br />
14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).<br />
15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)<br />
16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)<br />
17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)<br />
18. KPAA Gandasubrata (1913 &#8211; 1933)<br />
19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 &#8211; 1950)<br />
20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 &#8211; 1953)<br />
21. R. Budiman (1953 -1957)<br />
22. M. Mirun Prawiradireja (30 &#8211; 01 &#8211; 1957 / 15 &#8211; 12 &#8211; 1957)<br />
23. R. Bayi Nuntoro (15 &#8211; 12 &#8211; 1957 / 1960)<br />
24. R. Subagio (1960 -1966)<br />
25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)<br />
26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)<br />
27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)<br />
28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 &#8211; 1998)<br />
29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 &#8211; sekarang)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=16&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/sejarah-kotaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/gatots.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Kotaku</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/budaya-kotaku/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/budaya-kotaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 04:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[



 






 



Batik Banyumasan
RATUSAN plat atau cap jonas batik Banyumasan berbagai corak, berserakan di sebuah gudang tua berukuran 4 meter x 4 meter. Plat batik itu tampak tak terawat. Relief plat semakin dekil tertutup debu, seolah memberi isyarat corak/motif batik Banyumasan akan hilang. Dari 220 plat, sepuluh di antaranya terbuat dari timah yang belum sempat dipakai karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=15&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table style="height:260px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="550">
<tbody>
<tr>
<td width="266" height="150" align="center" valign="top"></td>
<td width="133" height="150" align="right" valign="middle"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="550">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="550" align="center" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td class="text" width="550" height="2056" align="left" valign="top">
<strong>Batik Banyumasan</strong></p>
<p>RATUSAN plat atau cap jonas batik Banyumasan berbagai corak, berserakan di sebuah gudang tua berukuran 4 meter x 4 meter. Plat batik itu tampak tak terawat. Relief plat semakin dekil tertutup debu, seolah memberi isyarat corak/motif batik Banyumasan akan hilang. Dari 220 plat, sepuluh di antaranya terbuat dari timah yang belum sempat dipakai karena usaha batik Banyumasan keburu bangkrut.</p>
<p>Nasib plat batik itu tak berbeda dengan pemiliknya, Haji Munarsi (65), warga Desa Sokaraja Lor, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah yang pernah menjadi salah satu sentra perajin batik Banyumasan. Ia tak berdaya menghadapi perkembangan zaman, seperti halnya kehidupan industri batik di daerah ini yang kian pudar.</p>
<p>Industri kerajinan rakyat, batik Banyumasan pernah mencapai masa jaya. Sekitar tahun 1965-1970-an di Banyumas terdapat 105 pengusaha dan perajin batik. Usaha ini pernah menyerap 5.000 &#8211; 6.000 pengobeng atau tenaga kerja pembatik. Selain Sokaraja, sentra kerajinan batik Banyumasan ada di Kota Kecamatan Banyumas dan Purwokerto.</p>
<p>Dalam waktu sekitar 25 tahun, kerajinan batik Banyumasan nyaris punah. Tak ada lagi sentra kerajinan batik, meski masih ada produk batik tertentu yang menunjukkan keberadaannya. Setidaknya masih ada yang peduli di tengah persaingan dengan batik cap (printing) yang lebih inovatif, dari segi corak, motif, bahan baku yang tak sekadar kain mori, proses pembuatan, sampai tata warna. Sepuluh tahun silam, masih tercatat 24 pengusaha/perajin mencoba bertahan memproduksi batik Banyumasan.</p>
<p>***</p>
<p>DI Purwokerto, dari puluhan pengusaha/perajin batik, tinggal empat orang yang mencoba eksis guna memenuhi permintaan pembeli tradisional. Di Sokaraja, dari 65 pengusaha batik tinggal delapan perajin yang bertahan dengan batik jonas. Sedang di Kota Banyumas yang tahun 1970 an terkenal dengan produk batik Banyumasan Kosiankay, tinggal 12 perajin mampu bertahan hidup.</p>
<p>Sejak dekade 1990-an, dunia perbatikan Ba-nyumasan sudah bisa disebut habis. Dari puluhan, bahkan ratusan, perajin hanya tinggal 15 pengusaha kecil atau perajin yang mampu bertahan. Sekitar 85 persen gulung tikar. Kini di Purwokerto hanya dua pengusaha yang bertahan. Demikian pula di Kota Banyumas tinggal empat pengusaha dan di Sokaraja masih sembilan pengusaha yang masih bertahan untuk melestarikan batik Banyumasan.</p>
<p>&#8220;Saat ini saya sudah mulai ancang-ancang untuk banting stir. Kalau bisa akan alih usaha, &#8221; ujar Haji Munarsi yang mengesankan mulai putus asa menghadapi kenyataan pahit ini. &#8220;Sayang memang, kalau meninggalkan begitu saja usaha yang pernah membuat terkenal. Tapi, ya, apa boleh buat&#8221;.</p>
<p>Merintis usaha batik sejak tahun 1950-an dengan modal Rp 100, pengusaha dengan anak tujuh ini pernah berjaya. Usahanya berkembang dan mampu memperkerjakan 120 tenaga kerja. Itu terjadi terutama sejak batiknya bisa menembus pasar Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan beberapa kota besar di Sumatera serta Kalimantan.</p>
<p>Bahkan batiknya mampu bersaing di pusat batik Yogyakarta atau Solo. Setiap minggu, puluhan kodi batik berbagai corak dan kualitas terserap ke berbagai kota besar. Pemasaran batik tulis Banyumasan, menurut Munarsi, pada waktu itu tak pernah kesulitan. Pesanan datang jauh sebelum batik selesai diproses.</p>
<p>***</p>
<p>SEMUA itu ceritera masa lalu. Dalam beberapa tahun mendatang, batik Banyumasan akan tinggal kenangan. Bahkan, jika tak waspada, kenangan itu bisa pupus karena ulah mereka yang tak bertanggung jawab.</p>
<p>Tiga bulan lalu misalnya, empat lembar kain batik asli Banyumasan (jonas) berusia puluhan tahun, raib dari tempat penyimpanan di Gedung Persatuan Batik Indonesia (Perbain) Banyumasan, Sokaraja. Sejak itu, Perbain Banyumas tidak lagi memiliki kain batik jonas kebanggaan masyarakat Banyumas. Padahal batik itu sering dijadikan bahan penelitian oleh pemerhati batik Indonesia maupun mancanegara.</p>
<p>Dari segi kualitas, batik Banyumasan tidak kalah dibanding batik Yogya atau Solo misalnya, kalau tidak boleh disebut lebih unggul. &#8220;Berbeda dengan batik Solo atau Yogya, bagian dalam maupun luar batik Banyumas sama. Proses pembuatan maupun pewarnaannya lebih lama,&#8221; ujar Ny Djawahir.</p>
<p>Kini, batik Banyumasan yang sangat dominan dengan warna hitam, cokelat tua dan kuning keemasan dan seolah punya daya magis, mulai kurang disukai generasi muda. Pemasaran jonas, kini tinggal tergantung penggemar tradisional yang makin lama makin berkurang. &#8220;Jangankan menjadi pembatik, anak muda memakainya saja tak suka,&#8221; ujar Ny Djawahir, warga Sokaraja yang kini masih menerima pesanan batik Banyumasan.</p>
<p>Selain pemasaran yang mulai seret, tenaga pembatik juga mulai jarang. Ini disebabkan upah membatik yang sangat rendah. Oleh sebab itu, kaum wanita muda usia di Banyumas, lebih memilih jadi TKI di mancanegara dibanding ngobeng pada perusahaan batik. Kaum pria menganggur atau menunggu kiriman istri dari rantau.</p>
<p>***</p>
<p>UPAH membatik memang relatif rendah. Menurut Ny Djawahir, satu set batik sarimbit (terdiri dari bahan kain, baju, dan selendang) seharga Rp 300.000, ongkos membatik, pewarnaan sampai jadi, hanya Rp 30.000 sampai Rp 40.000.</p>
<p>Untuk batik biasa, mulai dari proses membatik, pewarnaan (menyoga), mengerok, mbabar hingga menjadi kain, menurut H Munarsi ongkosnya Rp 7.000 &#8211; Rp 8.000. Sedang upah pekerja (pembatik) untuk batik tulis berkisar Rp 900 &#8211; Rp 1.200/lembar. Bahkan, upah pekerja batik cap lebih rendah. Upah dibayar sesuai tingkat kesulitan dan motif batik.</p>
<p>Oleh sebab itu, bisa dihitung upah yang diperoleh pembatik sehari jika satu set batik sarimbit misalnya, dikerjakan satu &#8211; dua minggu. Meski pekerjaan itu dilakukan sebagai sambilan, secara ekonomis kerja itu tidak menarik lagi.</p>
<p>&#8220;Karena itu, kalaupun banyak yang berminat, kami tidak mungkin bisa memenuhi permintaan. Lihat saja ini, sudah beberapa minggu belum bisa diselesaikan,&#8221; ungkap Ny Djawahir.</p>
<p>Kalau kini ada yang masih mau membatik, itu tak lebih karena hubungan yang telah lama terjalin dengan pengusaha. Hubungan pengobeng dengan pengusaha lebih bersifat kekeluargaan, seolah membatik untuk digunakan oleh pengusaha. Itu pun hasilnya tak sebagus dulu, karena pengobeng sudah enggan bersusah payah mengerjakan motif Banyumasan yang rumit.</p>
<p>***</p>
<p>SELAIN itu, penyebab merosotnya batik tradisional, menurut pemerhati batik Banyumasan dari Unsoed (Universitas Soedirman) Purwokerto, Prof Teguh Djiwanto, antara lain karena perusahaan batik di Banyumas umumnya perusahaan keluarga. Karena itu, ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi Unsoed itu, mereka sangat lemah dalam permodalan maupun organisasi.</p>
<p>Hampir 80 persen perusahaan batik di Banyumas dikembangkan dan dikelola turun-temurun (warisan). Dalam pengertian lain mereka hanya sekadar meneruskan usaha yang dirintis orangtuanya. Bukan karena keinginan atau inisiatif sendiri.</p>
<p>Persaingan dengan batik printing yang mulai diintrodusir sejak tahun 1970-an juga menjadi penyebab menurunnya batik Banyumasan. Padahal, motif batik Banyumasan tergolong kaya. Menurut catatan Prof Teguh Djiwanto, terdapat 110 motif atau corak batik Banyumasan, dan 43 di antaranya adalah motif yang sangat disukai.</p>
<p>Karena itu, harapan satu-satunya untuk memulihkan kejayaan batik Banyumasan terpulang pada orang Banyumas. Barangkali ungkapan Serulingmas yang dikumandangkan tokoh Banyumas di Jakarta beberapa tahun lalu, bisa dijadikan gebrakan. Dengan semangat Serulingmas yang artinya seruan &#8220;eling Banyumas&#8221;, semua warga Banyumas bertekad ikut mengembangkan kembali batik Banyumasan. (<strong>nts/dth</strong>)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=15&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/budaya-kotaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan Khas Kotaku</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/makanan-khas-kotaku/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/makanan-khas-kotaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[





SOTO SEDAP SOKARAJA 
Letaknya di Jl. Jend. Sudirman 68, Sokaraja- Banyumas. Bukan cuma satu warung soto yang bisa kita temukan di sana. Anda tinggal memilih warung mana yang pas dengan selera Anda. Salah satunya adalah warung soto Sedap. Pemiliknya adalah Ny. Nining. Warung ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 1994. Sebelumnya sudah ada warung soto lain, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=14&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table style="height:1703px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="550">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="550" height="31" align="right" valign="top"><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/sendok.jpg" alt="" width="275" height="41" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="text" width="550" height="1657" align="left" valign="top"><strong>SOTO SEDAP SOKARAJA</strong> <br />
<img style="float:left;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/sotojl00.jpg" border="0" alt="" width="180" height="120" />Letaknya di Jl. Jend. Sudirman 68, Sokaraja- Banyumas. Bukan cuma satu warung soto yang bisa kita temukan di sana. Anda tinggal memilih warung mana yang pas dengan selera Anda. Salah satunya adalah warung soto Sedap. Pemiliknya adalah Ny. Nining. Warung ini sudah mulai beroperasi sejak tahun 1994. Sebelumnya sudah ada warung soto lain, tetapi Nining tidak takut bersaing. Bahkan ia berani memasang harga lebih tinggi ketimbang warung lainnya. Satu porsi sotonya dijual Rp 3.500. &#8220;Tetapi isi dagingnya pun lebih banyak, lo,&#8221; kilahnya. </p>
<p>Dalam sehari Nining membutuhkan 7 kilogram daging sapi. &#8220;Kalau libur, bisa dua kali lipat,&#8221; tambah Nining yang mengaku memperoleh Rp 500 ribu tiap hari. <br />
Dekat dengan penjual soto, Anda bisa memperoleh oleh-leh khas dari Banyumas atau Purwokerto. Di situ berderet toko yang menjual getuk goreng. Salah satu tokonya bernama, toko Asli. H. Tohirin-lah pemiliknya. Di sepanjang jalan ini, Tohirin punya 8 toko dengan nama yang sama. </p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p align="justify"><strong></strong></p>
<p align="justify"><img style="float:right;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/getukjl0.jpg" border="0" alt="" width="180" height="136" /> Awalnya, usaha getuk goreng ini dimiliki oleh sang mertua yang mulai berjualan sejak tahun 1918. Toko pertamanya diberi nomor 1. Kemudian usaha itu diteruskan Tohirin hingga bertambah maju dan memiliki 8 toko. </p>
<p>Harga getuk goreng Rp 9 ribu tiap kilogram. Sehari Tohirin harus menyediakan 1 kwintal singkong pada hari biasa atau 2 1/2 kwintal pada hari libur. Makanya tak heran, kan, kalau setiap toko bisa mengantungi uang Rp 1,5! </p>
<p><strong>SERABI PURWOKERTO </strong></p>
<p align="justify"><img style="float:left;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/serabijl.jpg" border="0" alt="" width="160" height="207" /> Di alun-alun, depan kantor bupati Banyumas/Purwokerto, ada pasangan suami-istri yang berjualan serabi. Ny. Suparyati dan Bpk. Suparjo ini sudah berjualan serabi sejak tahun 1995. Mereka berjualan dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00. </p>
<p>Harga satu serabi hanya Rp. 300. &#8220;Harga segitu murah sekali, lo. Soalnya rasanya juga enak,&#8221; kata seorang pelanggan. Karena enaknya, tak sedikit orang datang mengunjungi warung serabi yang lebih dikenal dengan nama Serabi Bu Supar itu. Hingga per harinya, Supar bisa memperoleh Rp. 60 ribu. Padahal yang berjualan serabi di alun-alun pun ada beberapa. &#8220;Tetapi mereka memang jualannya pagi hari,&#8221; kata Supar. </p>
<p><strong>WEDANG RONDE <br />
</strong><br />
Masih di sekitar alun-alun, tepatnya di depan alun-alun, Anda bisa menemukan wedang ronde yang bikin ketagihan. Dari jauh kita sudah bisa melihat gerobak yang bertuliskan, &#8221; Wedang ronde Pak Amin&#8221; Pak Amin, sang penjual sudah berjualan ronde selama 6 tahun. Sebelumnya ia membuka kedainya di Yogyakarta. Tetapi ketika sudah banyak orang meniru kedainya, Amin memutuskan pindah ke banyumas. </p>
<p>Di tempat ia berjualan sekarang pun, ada 4 pedangang yang mengikuti jejaknya. Namun Amin masih terus bertahan. Wedang memang pas dijajakan di Purwokerto yang dingin. Kedainya buka dari pukul 17.00 hingga pukul 24.00. Harga tiap mangkok Rp 1.500. Setiap malam Amin bisa menjual 100 mangkok atau 200 mangkok di hari Sabtu. </p>
<p><strong>ES SIWALAN </strong></p>
<p><img style="float:right;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/siwalan0.jpg" border="0" alt="" width="150" height="190" /> Meski cukup sejuk, di siang hari kadang, Purwokerto juga cukup menyengat. Makanya pedagang es siwalan yang juga berjualan di seputar alun-alun, juga menjadi pedagang pujaan. Uniknya, sekitar 4 pedagang yang berjualan di situ, hanya mau berjualan di musim kemarau. </p>
<p>Buah siwalan (buah lontar) diambil dari desa para pedagang yang umumnya datang dari tuban, Jawa Timur. Meski musiman, toh, mereka sudah berdagang sejak tahun 93. Tak tanggung-tanggung, lo, jumlah lontar yang mereka bawa. Sekali bawa, tiap pedagang bisa membawa 600 buah lontar. Lontar sebanyak itu sudah habis ludas dalam seminggu. </p>
<p>Harga per gelas es siwalan Rp 500. Tetapi bila Anda lebih suka membeli per buah, harganya Rp 2.500. Ini harga untuk siwalan berukuran besar. Untuk siwalan kecil, Anda cukup menyodorkan uang Rp 1.500 saja. </p>
<p align="justify">
<strong>DAGE DAN RANJEM </strong></p>
<p><img style="float:left;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/dage0000.jpg" border="0" alt="" width="83" height="128" /> Masih di Jl. Sudirman, cobalah berjalan sampai di Hotel Besar. Di depannya Anda akan menemukan makanan yang juga pasti ingin Anda cicipi. Namanya, dage. Sebetulnya cuma oncom goreng biasa, tetapi oncomnya berwarna hitam. Bersama sang oncom tadi juga dijual ranjem. Makanan ini terbuat dari ampas tahu yang dibentuk bulat lalu digoreng. </p>
<p>Pedanganya, Ny. Sukari sudah memulai usahanya sejak tahun 1965. Gerobaknya sudah buka mulai dari pukul 14.30 hingga pukul 21.00. Meski cuma oncom dan ampas tahu, penghasilan Sukari bisa mencapati Rp 125 ribu. </p>
<p align="justify"><strong>KERIPIK TEMPE &amp; MENDOAN ECHO 21 </strong></p>
<p>Keripik tempe merupakan kudapan khas Purwokerto. Tak heran bila banyak sekali orang yang menjual keripik tempe. Salah satunya ada di Jl, Jend. Soetoyo no. 21. Tokonya bernama Echo 21. &#8220;Echo dalam bahasa Jawa <br />
artinya enak. Sedang 21 adalah nomor tokonya,&#8221; kata Unggul yang meneruskan usaha ini dari ibunya, Ny. Lejar Astuti. </p>
<p><img style="float:right;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/keripik0.jpg" border="0" alt="" width="160" height="120" /> Toko yang memiliki 20 karyawan ini dibuka dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 20.00 malam. Keistimewaan tempe Echo adalah bumbunya. &#8220;Bumbu kami memang khas,&#8221; tambah Unggul tanpa mau menyebutkan rincian bumbu yang dipakainya. </p>
<p>Kendati Toko Echo bukan toko keripik tempe yang pertama, saat ini boleh dibilang paling laris ketimbang toko keripik lainnya. Bayangkan, dalam sehari mereka harus menyediakan bahan baku tempe sebanyak 1.000 bungkus. Di hari libur bahkan dibutuhkan 3.000 bungkus. Satu bungkus <br />
tempe menghasilkan 2 buah tempe kering yang siap digoreng. </p>
<p>Selain menjual tempe, Toko Echo juga menjual mendoan. Mendoan hampir sama dengan keripik tempe. Bedanya, keripik tempe digoreng kering, sementara mendoan tidak kering. Di sini juga Anda bisa membeli sambal kecap Echo 21, teman makan mendoan. &#8220;Pokoknya siapa pun yang mencicipi tempe buatan kami dan kecapnya, pasti tidak berhenti makan, deh.&#8221; </p>
<p>Tak hanya itu yang dikeluarkan toko ini. Unggul juga menjual bumbu keripik tempe dan mendoan untuk para pembeli yang ingin membuat keripik tempe atau mendoan di rumah. </p>
<p><strong>JENANG JAKET </strong></p>
<p align="justify"><img style="float:left;" src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/jenangjl.jpg" border="0" alt="" width="180" height="134" /> Tahun 1980 merupakan awal produksi produksi jenang jaket (jenang asli ketan). Pertama kali Bpk. Soeharjo, sang pemilik, hanya memproduksi 5 kilogram beras ketan. Tetapi 10 tahun kemudian, Soeharjo sudah menghabiskan 1 kwintal beras ketan. Begitu berkembangnya usaha jenang jaket, sekarang penduduk asli Purwokerto ini harus menyediakan 5 kwintal beras ketan, &#8220;Bahkan pernah, lo, saya mendapat pesanan yang menghabiskan 8 kwintal beras ketan,&#8221; jelasnya. </p>
<p>Karena begitu banyak jenang yang harus ia sediakan, sampai-sampai Suharjo harus menyediakan 35 orang karyawan. Dua belas di antaranya merupakan bagian produksi, sedang bagian pengepakan dan pemotongan <br />
terdiri dari 13 orang. </p>
<p>Meski tokonya terletak di dalam komplek, jangan kira jenang jaket sepi pembeli, lo. Dengan harga jual Rp 6 ribu tiap kilo, Seharjo mengaku bisa mengantongi Rp 2 juta. Tentu di hari lebur perhasilannya bisa dua kali lipat. </p>
<p><strong>TOKO OLEH-OLEH ANEKA SARI </strong></p>
<p>Toko yang dimiliki pasangan Gunawan dan Yati ini sudah buka sejak tahun 1963. Karena menjual oleh-oleh khas Purwokerto dan Banyumas serta daerah Indonesia lainnya, sudah bisa dipastikan yang datang ke situ, ya, para wisatawan lokal maupun internasional. </p>
<p>Toko sudah mulai melayani pembeli dari pukul 08.00 dan baru tutup pukul 20.00. Di situ Anda bisa memperoleh nopia, kue khas Purwokerto berbentuk bulat, berkulit keras dengan isi cokelat, makanan khas Surabaya, Malang, Salatiga, Magelang, Parakan, Temanggung, dan Bandung. </p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=14&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/makanan-khas-kotaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/sendok.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/sotojl00.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/getukjl0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/serabijl.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/siwalan0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/dage0000.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/keripik0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/jenangjl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kualitas Mutiara Sulawesi Tenggara</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/kualitas-mutiara-sulawesi-tenggara/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/kualitas-mutiara-sulawesi-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[sulawesi tenggara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[





 



 
Muna &#8211; Ini adalah cangkang kerang. Sedang benda asing yang menempel pada cangkangnya, dikenal dengan sebutan mutiara. Benda yang sesungguhnya tak diinginkan oleh sang pemilik cangkang. Masuk ke dalam cangkang secara tidak sengaja. Namun karena manusia menganggapnya indah, maka benda asing itu disyukuri keberadaannya.  Mutiara, benda bulat berkilau ini, telah banyak dibudidayakan. Namun sayangnya budidaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=13&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<p align="justify"> </p>
<p align="justify"><img src="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara03.jpg" border="0" alt="mutiara" width="163" height="112" align="left" />Muna &#8211; Ini adalah cangkang kerang. Sedang benda asing yang menempel pada cangkangnya, dikenal dengan sebutan mutiara. Benda yang sesungguhnya tak diinginkan oleh sang pemilik cangkang. Masuk ke dalam cangkang secara tidak sengaja. Namun karena manusia menganggapnya indah, maka benda asing itu disyukuri keberadaannya.  Mutiara, benda bulat berkilau ini, telah banyak dibudidayakan. Namun sayangnya budidaya yang selama ini berlangsung, hanya sebatas menghasilkan mutiara. Sedangkan kerangnya masih bergantung pada hasil tangkapan para penyelam.  Melalui penelitian yang panjang, kerang mutiara yang hidup di dasar laut, akhirnya bisa dibudidayakan. Muncullah lokasi budidaya kerang mutiara seperti di Kecamatan Pasir Putih dan Pulau Kayu Angin. Dua wilayah di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.  </p>
<p align="justify"><span id="more-13"></span></p>
<p><img src="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara05.jpg" border="0" alt="t4" width="157" height="119" align="right" /></p>
<p align="justify">Ditempat ini, ribuan kerang penghasil mutiara, dipelihara dari kecil, dalam kantung-kantung yang secara bertahap disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Kerang calon indukan ini dipelihara hingga berukuran tiga belas hingga lima belas sentimeter. Untuk mencapai ukuran tersebut di butuhkan waktu sekitar dua tahun. Usia yang ideal untuk mulai ditanam inti mutiara. Selama masa pemeliharaan, secara rutin kerang dikeluarkan, dibersihkan cangkangnya dari siput dan hewan laut lain yang menempel. Tujuannya agar kerang dapat menyerap makanannya secara maksimal.  Ketika tiba waktunya untuk menanam inti, kerang dimasukan dalam keranjang yang agak rapat untuk dipuasakan. Tujuannya agar kerang menjadi lemas dan cangkang mudah dibuka. Untuk mendapatkan mutiara, inti atau nukleus hanya ditempelkan pada cangkang bagian dalam. Cara ini akan menghasilkan mutiara setengah bulat dengan beberapa variasi bentuk.  Namun ada juga yang memasukan nukleus kedalam tubuh induk kerang dengan sebuah operasi kecil. Cara ini menghasilkan mutiara berbentuk bulat penuh. Hanya saja dibutuhkan teknik khusus, ketelitian serta kesabaran untuk mengerjakannya. Sebab kesalahan kecil bisa menyebabkan induk kerang mati, atau memuntahkan kembali nukleus yang telah ditanam.</p>
<p align="justify"> Setelah nukleus ditanam di dalam cangkang, sang induk dimasukan dalam keranjang dan dikembalikan ke laut dengan posisi mendatar. Untuk beberapa minggu, posisi keranjang dibalik secara bergantian. Agar inti berada pada posisi yang benar dan tidak dimuntahkan.  Barangkali sebuah petaka bagi kerang, ketika upayanya mempertahankan diri, dianggap menghasilkan karya yang indah oleh manusia. Hidup di dalam cangkang yang keras termasuk cara kerang menghindari pemangsa. Didalam cangkang, sang induk kerang akan memperlakukan nukleus sebagai benda asing.  Ketika benda asing masuk kedalam cangkangnya yang aman, biasanya kerang akan muntah, untuk memaksanya keluar. Namun ada saatnya tamu tak diundang ini sulit diusir begitu saja. Sang pemilik rumah akhirnya membiarkan tamu asing ini menjadi bagian dari dirinya. Agar tidak membahayakan, induk kerang mulai melumurinya dengan suatu zat berwarna putih keperakan. Hasilnya adalah benda yang membulat, keras, halus dan berkilauan. Itulah mutiara.  Budidaya kerang mutiara di Sulawesi Tenggara menghasilkan butiran kerang yang diekspor ke luar negeri. Usaha ini selain menyerap tenaga kerja, juga merupakan usaha menggali kekayaan laut yang belum sepenuhnya dikelola.   <img src="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara04.jpg" border="0" alt="mntr" width="155" height="126" align="left" /></p>
<p align="justify">Sayangnya usaha ini membutuhkan modal yang besar, dan penelitian yang lebih mendalam untuk dapat menghasilkan anakan calon induk. Sebab selama ini, pengelola masih dibatasi dengan ketergantungan pada calon indukan yang didapat dari alam</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=13&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/04/28/kualitas-mutiara-sulawesi-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mutiara</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara05.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">t4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://news.indosiar.com/images/horison/a_040810_mutiara04.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mntr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>potensi alam sulawesi tenggara</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara-2/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 02:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[sulawesi tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[




Di sektor pertambangan dan galian, Sultra memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar Potensi ini dapat dikembangkan secara lebih optimal lagi. Hasil pertambangan di Sultra pada 1998 antara lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=5&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/a_040810_mutiara03.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11" src="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/a_040810_mutiara03.jpg?w=163&#038;h=112" alt="" width="163" height="112" /></a></p>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">
<div><span style="font-size:x-small;font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Di sektor pertambangan dan galian, Sultra memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar Potensi ini dapat dikembangkan secara lebih optimal lagi. Hasil pertambangan di Sultra pada 1998 antara lain adalah nikel 716.508 ton dan aspal 297.698 ton. Nikel dan aspal merupakan hasil tambang andalan di Propinsi Sultra.</span></div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:arial,helvetica,sans-serif;"><span id="more-5"></span><br />
</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="mainpage">
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td> </p>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><!--more--></p>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:arial,helvetica,sans-serif;">Di sektor pertambangan dan galian, Sultra memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar Potensi ini dapat dikembangkan secara lebih optimal lagi. Hasil pertambangan di Sultra pada 1998 antara lain adalah nikel 716.508 ton dan aspal 297.698 ton. Nikel dan aspal merupakan hasil tambang andalan di Propinsi Sultra.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td class="mainpage">
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td>
<div>
<div style="text-align:justify;">Berbeda dengan pelaksanaan Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) pada tahun lalu, ajang DCI 2006 yang sepenuhnya disponsori oleh PT. Gelora Djaya selaku produsen Wismilak Diplomat kali ini menyuguhkan tantangan alam yang yang lebih menantang dan ekstreem. Selain itu pemandangan alam pulau Sulawesi memberi kesan yang sangat mendalam bagi seluruh peserta yang totalnya berjumlah 40 offroader.<span style="font-style:italic;">“Hutan dan country roadnya natural sekali. Kali ini saya bisa menikmati perjalanan DCI 2006 ini dengan rileks. Meski demikian konsentrasi harus tetap dijaga, karena banyak jurang yang mengancam selama perjalanan terutama saat di Gunung Mekonga. Event ini benar-benar dikelola secara profesional dan layak dicontoh penyelenggara ajang offroad mengenai berbagai kedisiplinan serta unsur safety yang dikedepankan,”</span> tutur Mulyono Raharjo selaku penanggung jawab tim Srongpas Wonogiri yang turut dengan mengendarai Discovery andalannya.Kombinasi tantangan dan keindahan jalur pegunungan dan pantai hasil survey Syamsir Alam selaku direktur operasional DCI 2006 yang selalu dijadikan base camp mampu memuaskan adrenalin petualangan seluruh offroader.</div>
<p>Bukan hanya sajian keindahan alamnya yang membekas di hati para peserta. Tapi juga keramahtamahan warga Sulawesi yang dilalui selama event ini berlangsung. Sambutan muspika setempat jadi agenda wajib para peserta. Seperti saat rombongan turun dari kapal penyeberangan dari Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan. Tepat pukul 08.00 di pelabuhan Bone Sulawesi Selatan Kombes Drs. Syahril Kuba yang menjabat sebagai Kapolwil Bone menyambut dan mengawal para offroader dari kota Bone hingga masuk desa Bana, Sinjai Utara  menuju tepi sungai Tangka yang ditentukan sebagi base camp 6.</p>
<p>Deras dan jernihnya aliran air sungai Tangka seakan-akan menyirnakan kelelahan para peserta yang sudah 8 hari menjelajah  pulau Sulawesi. <span style="font-style:italic;">”Sulawesi memilikmi potensi alam yang mampu dijadikan sebagai obyek wisata yang mampu bersaing di kancah pariwisata internasional,”</span> ujar Damiano, jurnalis asal Italia yang ikut di ajang ini. Menjelang malam suara jangkrik dan gemericiknya air sungai Tangka menemani malam para peserta. Tampak Beberapa offroader lain sibuk mempersiapkan kendaraannya untuk menghadapi tantangan yang bakal dihadapi keesokan hari.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Tuan Rumah Jadi Kuda Hitam</span></p>
<p>SINJAI, 14 Desember – Persaingan antar off-roader peserta Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) III/2006 di Sulawesi, 7-17 Desember, kian memanas. Apalagi off-roader tuan rumah Sulawesi Selatan yang sebelumnya dipandang sebelah mata mulai unjuk gigi.</p>
<p>Setelah melewati tujuh Special Competition Stage (SCS) performa off-roader lokal seperti Iswandi/Mustafa Kodeng dari Makassar, Syaiful/Welang (Makassar), dan Andi Cincing (Paloppo) terus meningkat. Bahkan, Iswandi yang mengendarai Toyota FJ-40 berwarna kuning berada di posisi empat klasemen sementara.</p>
<p><span style="font-style:italic;">”Kami berharap mampu meraih hasil bagus kali ini, karena saat ini kami jadi tuan rumah. Masak hasilnya jelek, kan malu-maluin daerah,”</span> ujar Iswandi, peserta DCI III dari Makassar.</p>
<p>Dia melanjutkan, dengan hasil yang diperoleh dari tujuh SCS yang sudah dilaksanakan, dia berani memasang target untuk masuk jajaran tiga besar pada even tahunan yang digelar Indonesian off-road Federation (IOF) itu.</p>
<p>Target yang dipatok Iswandi itu tidak muluk-muluk. Sebab, dia yang berpasangan dengan ayahnya Mustafa Kodeng sebagai navigator kerap membuat kejutan di beberapa SCS yang medannya sulit. Mereka berhasil melalui tanjakan maut pada SCS V, padahal saat itu hampir semua peserta DCI angkat tangan. Kejutan lainnya juga terjadi di SCS VII yang dilaksanakan di Kota Kolaka Sulawesi Tenggara. Saat itu, mereka termasuk di dalam empat dari 17 peserta yang lolos dari kubangan lumpur yang menjadi hambatan bagi peserta lainnya. Pada even yang sama tahun sebelumnya di Kalimantan, Iswandi yang berpasangan dengan Mustafa Kodeng harus puas diposisi 14.</p>
<p>Selain Iswandi/Mustafa Kodeng, off-roader tuan rumah lainnya yakni Andi Cincing/Mestu juga patut diwaspadai para off-roader unggulan seperti Totong Suargana/Engkos Koeswara (juara DCI II), M. Harjanto/Hartoko (juara DCI I), dan Cedric Levie/Anton J. Ishak dari Belgia. Saat ini, Andi Cincing yang mengendarai Toyota FJ 40 berada di posisi enam, dengan perolehan 485 poin. Off-roader asal Paloppo itu bahkan sempat merajai di SCS IV. Pada SCS yang dilaksanakan di tepi sungai Konaweha, Kabupaten Kolaka itu dia meraih posisi teratas. Itu merupakan hasil terbaiknya sepanjang DCI III.</p>
<p><span style="font-style:italic;">”Kendaraan kami dalam kondisi yang sangat bagus. Asalkan, kami terus konsisten, lima besar pasti bias diraih,”</span> ujar Andi Cincing, peserta DCI III dari Paloppo.</p>
<p>Dia mengakui, faktor tuan rumah juga sangat menunjang penampilan mereka. Sebab, dukungan yang luar biasa dari penonton yang kerap memadati lokasi SCS membuat motivasi bertanding mereka menjadi berlipat ganda. Sementara itu, pada hari kedelapan, kemarin, setelah melalui penjalanan laut menggunakan kapal penyebrangan selama delapan jam, akhirnya rombongan DCI III mulai<br />
memasuki wilayah Sulawesi Selatan. (ham)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Klasemen sementara SCS 1-7 DCI 2006</span><br />
1. Totong Suargana / Engkos Koswara Bandung 589<br />
2. Cedric Levie / Anton J. Ishak Belgia 552<br />
3. M. Harjanto / Hartoko Wonogiri 550<br />
4. Iswandy / Mustafa Kodeng Makassar 498<br />
5. Yogi Yogaswara / Caneffo Handaja Jakarta 495</p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=5&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liesnovichk.files.wordpress.com/2008/04/a_040810_mutiara03.jpg?w=163" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Baturaden Nan Indah</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 02:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara/</guid>
		<description><![CDATA[





Kabupaten Banyumas juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan fokus kunjungan wisatawan ke Baturaden.Jumlah obyek wisata di Banyumas cukup banyak dan beragam, dan pada umumnya mudah di jangkau karena di dukung sarana dan prasarana yang memadai, sampai saat ini, masih ada beberapa obyek wisata yang belum tergarap secara optimal dan membutuhkan investasi untuk pengembangannya.


 Lokawisata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=10&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="550">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="550" align="right" valign="top"><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/panjang.jpg" alt="" width="352" height="28" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="text" width="550" height="700" align="left" valign="top">Kabupaten Banyumas juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata dengan fokus kunjungan wisatawan ke Baturaden.Jumlah obyek wisata di Banyumas cukup banyak dan beragam, dan pada umumnya mudah di jangkau karena di dukung sarana dan prasarana yang memadai, sampai saat ini, masih ada beberapa obyek wisata yang belum tergarap secara optimal dan membutuhkan investasi untuk pengembangannya.</p>
<p><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/peta_ow_.jpg" alt="" width="350" height="382" /></p>
<p><span id="more-10"></span></p>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/baturade.jpg" alt="" width="250" height="158" align="left" /> <strong>Lokawisata Baturaden</strong><br />
Lokawisata Baturaden terbentang di sebelah selatan di kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m diatas permukaan laut. Baturaden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah &amp; udara pegunungan yang segar dengan suhu 18&#8242;° Celcius &#8211; 25° Celcius. Sedangkan, Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa. Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturaden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen.</div>
<p><strong>Wana Wisata</strong><br />
Terletak 2 km dari lokawisata Baturaden. Di tempat ini dapat dinikmati keindahan alam hutan dilengkapi dengan tempat perkemahan yang dapat menampung 1000 tenda. Ditempat ini juga terdapat cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara, pinus, dan sebagainya.</p>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pancuran.jpg" alt="" width="250" height="163" align="right" /> <strong>Pancuran 3 (Telu)</strong><br />
Air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatan juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pancurao.jpg" alt="" width="250" height="153" align="left" /> <strong>Pancuran 7 (Pitu)</strong><br />
Terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/goa_sara.jpg" alt="" width="250" height="156" align="right" /> <strong>Goa Sarabadak</strong><br />
Beranjak dari pancuran 7 menelusuri jalan setapak wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di Goa Sarabadak, dengan bebatuan warna keemasan yang menajubkan.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/telaga_s.jpg" alt="" width="250" height="164" align="left" /> <strong>Telaga Sunyi</strong><br />
Telaga Sunyi terletak +/- 3 km di sebelah Timur Lokawisata Baturaden. Tempat rekreasi ini menyajikan telaga yang indah dan berair dingin, dan pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan di sekitar telaga.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/curug_ci.jpg" alt="" width="150" height="215" align="right" /> <strong>Curug Cipendok</strong><br />
Terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilingok, kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/curug_ce.jpg" alt="" width="150" height="230" align="left" /> <strong>Curug_Ceheng</strong><br />
Terletak di kecamatan Sumbang 8 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata ini menampilkan keindahan air terjun yang diselingi dengan maraknya satwa lawa yang beterbangan.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pemandia.jpg" alt="" width="242" height="158" align="right" /> <strong>Pemandian KaliBacin</strong><br />
Terletak di Desa Tambak Negara kecamatan Rawalo 17 km dari Purwokerto. Objek wisata ini merupakan peninggalan sejarah jaman Belanda terbukti dengan prasastinya. Dikenal dengan nama Wisata Husada, karena wisatawan disamping dapat menikmati keindahan alamnya sekaligus dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.</div>
<div><img src="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/museum_b.jpg" alt="" width="245" height="152" align="left" /> <strong>Museum BRI</strong><br />
Museum Uang BRI adalah satu-satunya museum perbankan di Indonesia yang berada di Purwokerto. Bank Rakyat Indonesia untuk pertama kali didirikan oleh : Raden Aria Wirjaatmadja tahun 1895 dengan Nama : De Purwokertche Hulp en Spaarbank der Inlandche Bestuurs Ambtenaren</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=10&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/14/potensi-alam-sulawesi-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/panjang.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/peta_ow_.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/baturade.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pancuran.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pancurao.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/goa_sara.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/telaga_s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/curug_ci.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/curug_ce.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/pemandia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://liesnovichk.wordpress.com/wp-admin/plus/museum_b.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sulawesi Penghasil Rokok</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/04/6/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/04/6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 02:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[sulawesi tenggara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/04/6/</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan pelaksanaan Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) pada tahun lalu, ajang DCI 2006 yang sepenuhnya disponsori oleh PT. Gelora Djaya selaku produsen Wismilak Diplomat kali ini menyuguhkan tantangan alam yang yang lebih menantang dan ekstreem. Selain itu pemandangan alam pulau Sulawesi memberi kesan yang sangat mendalam bagi seluruh peserta yang totalnya berjumlah 40 offroader.

“Hutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=6&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbeda dengan pelaksanaan Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) pada tahun lalu, ajang DCI 2006 yang sepenuhnya disponsori oleh PT. Gelora Djaya selaku produsen Wismilak Diplomat kali ini menyuguhkan tantangan alam yang yang lebih menantang dan ekstreem. Selain itu pemandangan alam pulau Sulawesi memberi kesan yang sangat mendalam bagi seluruh peserta yang totalnya berjumlah 40 offroader.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>“Hutan dan country roadnya natural sekali. Kali ini saya bisa menikmati perjalanan DCI 2006 ini dengan rileks. Meski demikian konsentrasi harus tetap dijaga, karena banyak jurang yang mengancam selama perjalanan terutama saat di Gunung Mekonga. Event ini benar-benar dikelola secara profesional dan layak dicontoh penyelenggara ajang offroad mengenai berbagai kedisiplinan serta unsur safety yang dikedepankan,” tutur Mulyono Raharjo selaku penanggung jawab tim Srongpas Wonogiri yang turut dengan mengendarai Discovery andalannya.</p>
<p>Kombinasi tantangan dan keindahan jalur pegunungan dan pantai hasil survey Syamsir Alam selaku direktur operasional DCI 2006 yang selalu dijadikan base camp mampu memuaskan adrenalin petualangan seluruh offroader.</p>
<p>Bukan hanya sajian keindahan alamnya yang membekas di hati para peserta. Tapi juga keramahtamahan warga Sulawesi yang dilalui selama event ini berlangsung. Sambutan muspika setempat jadi agenda wajib para peserta. Seperti saat rombongan turun dari kapal penyeberangan dari Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan. Tepat pukul 08.00 di pelabuhan Bone Sulawesi Selatan Kombes Drs. Syahril Kuba yang menjabat sebagai Kapolwil Bone menyambut dan mengawal para offroader dari kota Bone hingga masuk desa Bana, Sinjai Utara menuju tepi sungai Tangka yang ditentukan sebagi base camp 6.</p>
<p>Deras dan jernihnya aliran air sungai Tangka seakan-akan menyirnakan kelelahan para peserta yang sudah 8 hari menjelajah pulau Sulawesi. ”Sulawesi memilikmi potensi alam yang mampu dijadikan sebagai obyek wisata yang mampu bersaing di kancah pariwisata internasional,” ujar Damiano, jurnalis asal Italia yang ikut di ajang ini. Menjelang malam suara jangkrik dan gemericiknya air sungai Tangka menemani malam para peserta. Tampak Beberapa offroader lain sibuk mempersiapkan kendaraannya untuk menghadapi tantangan yang bakal dihadapi keesokan hari.</p>
<p>Tuan Rumah Jadi Kuda Hitam</p>
<p>SINJAI, 14 Desember – Persaingan antar off-roader peserta Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) III/2006 di Sulawesi, 7-17 Desember, kian memanas. Apalagi off-roader tuan rumah Sulawesi Selatan yang sebelumnya dipandang sebelah mata mulai unjuk gigi.</p>
<p>Setelah melewati tujuh Special Competition Stage (SCS) performa off-roader lokal seperti Iswandi/Mustafa Kodeng dari Makassar, Syaiful/Welang (Makassar), dan Andi Cincing (Paloppo) terus meningkat. Bahkan, Iswandi yang mengendarai Toyota FJ-40 berwarna kuning berada di posisi empat klasemen sementara.</p>
<p>”Kami berharap mampu meraih hasil bagus kali ini, karena saat ini kami jadi tuan rumah. Masak hasilnya jelek, kan malu-maluin daerah,” ujar Iswandi, peserta DCI III dari Makassar.</p>
<p>Dia melanjutkan, dengan hasil yang diperoleh dari tujuh SCS yang sudah dilaksanakan, dia berani memasang target untuk masuk jajaran tiga besar pada even tahunan yang digelar Indonesian off-road Federation (IOF) itu.</p>
<p>Target yang dipatok Iswandi itu tidak muluk-muluk. Sebab, dia yang berpasangan dengan ayahnya Mustafa Kodeng sebagai navigator kerap membuat kejutan di beberapa SCS yang medannya sulit. Mereka berhasil melalui tanjakan maut pada SCS V, padahal saat itu hampir semua peserta DCI angkat tangan. Kejutan lainnya juga terjadi di SCS VII yang dilaksanakan di Kota Kolaka Sulawesi Tenggara. Saat itu, mereka termasuk di dalam empat dari 17 peserta yang lolos dari kubangan lumpur yang menjadi hambatan bagi peserta lainnya. Pada even yang sama tahun sebelumnya di Kalimantan, Iswandi yang berpasangan dengan Mustafa Kodeng harus puas diposisi 14.</p>
<p>Selain Iswandi/Mustafa Kodeng, off-roader tuan rumah lainnya yakni Andi Cincing/Mestu juga patut diwaspadai para off-roader unggulan seperti Totong Suargana/Engkos Koeswara (juara DCI II), M. Harjanto/Hartoko (juara DCI I), dan Cedric Levie/Anton J. Ishak dari Belgia. Saat ini, Andi Cincing yang mengendarai Toyota FJ 40 berada di posisi enam, dengan perolehan 485 poin. Off-roader asal Paloppo itu bahkan sempat merajai di SCS IV. Pada SCS yang dilaksanakan di tepi sungai Konaweha, Kabupaten Kolaka itu dia meraih posisi teratas. Itu merupakan hasil terbaiknya sepanjang DCI III.</p>
<p>”Kendaraan kami dalam kondisi yang sangat bagus. Asalkan, kami terus konsisten, lima besar pasti bias diraih,” ujar Andi Cincing, peserta DCI III dari Paloppo.</p>
<p>Dia mengakui, faktor tuan rumah juga sangat menunjang penampilan mereka. Sebab, dukungan yang luar biasa dari penonton yang kerap memadati lokasi SCS membuat motivasi bertanding mereka menjadi berlipat ganda. Sementara itu, pada hari kedelapan, kemarin, setelah melalui penjalanan laut menggunakan kapal penyebrangan selama delapan jam, akhirnya rombongan DCI III mulai<br />
memasuki wilayah Sulawesi Selatan. (ham)</p>
<p>Klasemen sementara SCS 1-7 DCI 2006<br />
1. Totong Suargana / Engkos Koswara Bandung 589<br />
2. Cedric Levie / Anton J. Ishak Belgia 552<br />
3. M. Harjanto / Hartoko Wonogiri 550<br />
4. Iswandy / Mustafa Kodeng Makassar 498<br />
5. Yogi Yogaswara / Caneffo Handaja Jakarta 495</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=6&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/03/04/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/01/29/hello-world/</link>
		<comments>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/01/29/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 02:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>liesnovichk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=1&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/liesnovichk.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/liesnovichk.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/liesnovichk.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/liesnovichk.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/liesnovichk.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/liesnovichk.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/liesnovichk.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/liesnovichk.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/liesnovichk.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/liesnovichk.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/liesnovichk.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/liesnovichk.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=liesnovichk.wordpress.com&blog=2651793&post=1&subd=liesnovichk&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://liesnovichk.wordpress.com/2008/01/29/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7106e67091979853b56d71bad6d0ada4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">liesnovichk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>