potensi alam sulawesi tenggara

Di sektor pertambangan dan galian, Sultra memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar Potensi ini dapat dikembangkan secara lebih optimal lagi. Hasil pertambangan di Sultra pada 1998 antara lain adalah nikel 716.508 ton dan aspal 297.698 ton. Nikel dan aspal merupakan hasil tambang andalan di Propinsi Sultra.

 
 

Di sektor pertambangan dan galian, Sultra memiliki potensi yang cukup besar, khususnya nikel di daerah Pomala dan Kolaka, aspal di Buton, serta bahan lainnya, seperti chromit, pasir, batu koral, marmer, batu gamping, yang tersebar dalam jumlah yang cukup besar Potensi ini dapat dikembangkan secara lebih optimal lagi. Hasil pertambangan di Sultra pada 1998 antara lain adalah nikel 716.508 ton dan aspal 297.698 ton. Nikel dan aspal merupakan hasil tambang andalan di Propinsi Sultra.
 
 
Berbeda dengan pelaksanaan Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) pada tahun lalu, ajang DCI 2006 yang sepenuhnya disponsori oleh PT. Gelora Djaya selaku produsen Wismilak Diplomat kali ini menyuguhkan tantangan alam yang yang lebih menantang dan ekstreem. Selain itu pemandangan alam pulau Sulawesi memberi kesan yang sangat mendalam bagi seluruh peserta yang totalnya berjumlah 40 offroader.“Hutan dan country roadnya natural sekali. Kali ini saya bisa menikmati perjalanan DCI 2006 ini dengan rileks. Meski demikian konsentrasi harus tetap dijaga, karena banyak jurang yang mengancam selama perjalanan terutama saat di Gunung Mekonga. Event ini benar-benar dikelola secara profesional dan layak dicontoh penyelenggara ajang offroad mengenai berbagai kedisiplinan serta unsur safety yang dikedepankan,” tutur Mulyono Raharjo selaku penanggung jawab tim Srongpas Wonogiri yang turut dengan mengendarai Discovery andalannya.Kombinasi tantangan dan keindahan jalur pegunungan dan pantai hasil survey Syamsir Alam selaku direktur operasional DCI 2006 yang selalu dijadikan base camp mampu memuaskan adrenalin petualangan seluruh offroader.

Bukan hanya sajian keindahan alamnya yang membekas di hati para peserta. Tapi juga keramahtamahan warga Sulawesi yang dilalui selama event ini berlangsung. Sambutan muspika setempat jadi agenda wajib para peserta. Seperti saat rombongan turun dari kapal penyeberangan dari Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan. Tepat pukul 08.00 di pelabuhan Bone Sulawesi Selatan Kombes Drs. Syahril Kuba yang menjabat sebagai Kapolwil Bone menyambut dan mengawal para offroader dari kota Bone hingga masuk desa Bana, Sinjai Utara  menuju tepi sungai Tangka yang ditentukan sebagi base camp 6.

Deras dan jernihnya aliran air sungai Tangka seakan-akan menyirnakan kelelahan para peserta yang sudah 8 hari menjelajah  pulau Sulawesi. ”Sulawesi memilikmi potensi alam yang mampu dijadikan sebagai obyek wisata yang mampu bersaing di kancah pariwisata internasional,” ujar Damiano, jurnalis asal Italia yang ikut di ajang ini. Menjelang malam suara jangkrik dan gemericiknya air sungai Tangka menemani malam para peserta. Tampak Beberapa offroader lain sibuk mempersiapkan kendaraannya untuk menghadapi tantangan yang bakal dihadapi keesokan hari.

Tuan Rumah Jadi Kuda Hitam

SINJAI, 14 Desember – Persaingan antar off-roader peserta Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) III/2006 di Sulawesi, 7-17 Desember, kian memanas. Apalagi off-roader tuan rumah Sulawesi Selatan yang sebelumnya dipandang sebelah mata mulai unjuk gigi.

Setelah melewati tujuh Special Competition Stage (SCS) performa off-roader lokal seperti Iswandi/Mustafa Kodeng dari Makassar, Syaiful/Welang (Makassar), dan Andi Cincing (Paloppo) terus meningkat. Bahkan, Iswandi yang mengendarai Toyota FJ-40 berwarna kuning berada di posisi empat klasemen sementara.

”Kami berharap mampu meraih hasil bagus kali ini, karena saat ini kami jadi tuan rumah. Masak hasilnya jelek, kan malu-maluin daerah,” ujar Iswandi, peserta DCI III dari Makassar.

Dia melanjutkan, dengan hasil yang diperoleh dari tujuh SCS yang sudah dilaksanakan, dia berani memasang target untuk masuk jajaran tiga besar pada even tahunan yang digelar Indonesian off-road Federation (IOF) itu.

Target yang dipatok Iswandi itu tidak muluk-muluk. Sebab, dia yang berpasangan dengan ayahnya Mustafa Kodeng sebagai navigator kerap membuat kejutan di beberapa SCS yang medannya sulit. Mereka berhasil melalui tanjakan maut pada SCS V, padahal saat itu hampir semua peserta DCI angkat tangan. Kejutan lainnya juga terjadi di SCS VII yang dilaksanakan di Kota Kolaka Sulawesi Tenggara. Saat itu, mereka termasuk di dalam empat dari 17 peserta yang lolos dari kubangan lumpur yang menjadi hambatan bagi peserta lainnya. Pada even yang sama tahun sebelumnya di Kalimantan, Iswandi yang berpasangan dengan Mustafa Kodeng harus puas diposisi 14.

Selain Iswandi/Mustafa Kodeng, off-roader tuan rumah lainnya yakni Andi Cincing/Mestu juga patut diwaspadai para off-roader unggulan seperti Totong Suargana/Engkos Koeswara (juara DCI II), M. Harjanto/Hartoko (juara DCI I), dan Cedric Levie/Anton J. Ishak dari Belgia. Saat ini, Andi Cincing yang mengendarai Toyota FJ 40 berada di posisi enam, dengan perolehan 485 poin. Off-roader asal Paloppo itu bahkan sempat merajai di SCS IV. Pada SCS yang dilaksanakan di tepi sungai Konaweha, Kabupaten Kolaka itu dia meraih posisi teratas. Itu merupakan hasil terbaiknya sepanjang DCI III.

”Kendaraan kami dalam kondisi yang sangat bagus. Asalkan, kami terus konsisten, lima besar pasti bias diraih,” ujar Andi Cincing, peserta DCI III dari Paloppo.

Dia mengakui, faktor tuan rumah juga sangat menunjang penampilan mereka. Sebab, dukungan yang luar biasa dari penonton yang kerap memadati lokasi SCS membuat motivasi bertanding mereka menjadi berlipat ganda. Sementara itu, pada hari kedelapan, kemarin, setelah melalui penjalanan laut menggunakan kapal penyebrangan selama delapan jam, akhirnya rombongan DCI III mulai
memasuki wilayah Sulawesi Selatan. (ham)

Klasemen sementara SCS 1-7 DCI 2006
1. Totong Suargana / Engkos Koswara Bandung 589
2. Cedric Levie / Anton J. Ishak Belgia 552
3. M. Harjanto / Hartoko Wonogiri 550
4. Iswandy / Mustafa Kodeng Makassar 498
5. Yogi Yogaswara / Caneffo Handaja Jakarta 495

 

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.